Senin, 16 Maret 2020

Dugaan Langsir BBM di SPBU Jalintas Tapung Memanas, Kabid Dispridag Meradang Dikonfirmasi

0 komentar
Foto : DetikkasusNews.com
KAMPAR(SP) - Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kampar, Riau, Leonardi. S. Sos meradang saat dikonfirmasi oleh Wartawan, terkait bebasnya tukang pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yang pakai jeregen di SPBU nomor register 14.284.135 yang ada di Jalan Lintas Suram – Kasikan Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu.

Awalnya, kata Firdaus, Leonardi red selaku penjabat Pemerintah di Kabupaten Kampar itu yang dikonfirmasi Sabtu, (14/3/2020) melalui via selulernya terkait diduga bebasnya pelangsir BBM jenis premium di SPBU nomor 14.284.135 itu, jawabnya sempat mengatakan salah sambung,

Setelah dicecar lagi baru diakuinya dirinya adalah  Leonardi Kabid Perdagangan Disperindag Kampar, katanya kalau langsir BBM Pratalite bisa, tapi kalau premium dirinya tidak mengetahui. "Karena kalau yang melangsir pakai jeregen dilarang," kata Leonardi.

Ditanya lagi sesuai Konfirmasi dari pihak SPBU kebenaran  dugaan diberikan"Upeti atau Uang bulanan" dari SPBU sehingga diduga bebas yang melangsir BBM Premium paka jeregan itu?, awal dia membantah, tidak benar itu.

"Tidak ada itu dan informasi itu tidak benar," awalnya dibantah, namun Leonaldi red, menanya ke awak media dari mana Informasi itu, jawab awak media dari pihak SPBU Tapung itu. Saat Kabid Perdagangan Disperindag Kampar itu meradang.

Dia Leonaldi red menjawab dengan nada tinggi, bahkan dengan nada tinggi akan memanggil wertawan ini besok Minggu, (15/5), namun apa kapasitasnya mengatakan itu dinilai tidak etis, karena wartawan ada hak melakukan kralifikasi atas dugaan menerima "Upeti" setiap bulan sesuai hasil konfirmasi dari pihak SPBUnya.

"Besok datang ya, saya jumpakan dengan pihak SPBUnya," kata oknum penjabat Kabupaten Kampar ini.

Lanjut Firdaus, sebelumnya juga sudah konfirmasi kepada Sekeretaris Disperindag Kampar Purwadi membenarkan sudah mendengar dari media terkait dugaan bebas melangsis BBM dari SPBU di Jalan Linta Tapung itu. Namun beliau Langsung saja Konfirmasi terkait hal itu kepada Kabid Perdagangan Disperindag Kampar.

Namun Kabid Leonardi itu seperti nya tidak mengetahui Undang-Undangtentang Pers Nomo 40 tahun 1999 dan tupoksinya sebagai penjabat negara. "Diminta kepada Bupati Kampar mencopotnya dari jabatannya itu,"  tegas Firdaus.

"Tidak itu juga kita meminta Pihak Pertamina untuk memberikan sanksi di SPBU dijalan Lintas Tapung," tandasnya.

Dia juga meminta Camat Tapung Hulu untuk mempidanakan dugaaa pemalsuan tandatangan rekom untuk bisa membeli BBM jenis Premium denga pakai jeregen untuk keperluan masyarakat sesuai konfirmasi.

Untuk diketahui , padahal PT Pertamina (persero) terus berupaya melakukan sosialisasi Peraturan Presiden nomor 191/2014 agar Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang untuk menjual premium dan solar kepada Warga menggunakan jerigen dan drum apalagi membuat tengki buatan diatas mobil yang juga untuk dijual kembali ke konsumen. Akan tetapi SPBU Dengan Nomor 14 284 135 Tapung Hulu Kampar, lebih mengutamakan mengisi minyak Permium, Pertalite dan Solar ke jeregin atau tengki buatan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh media DetikkasusNews.com ini terpantau oleh Tim Awak Media pada kamis 12 maret 2020. Setiap harinya di SPBU memakai waktu jam konsumen dan sampai malam harinya untuk pengisian jerigen, beberapa photo pun sempat diabadikan wartawan dan juga menemukan sebuah mobil yang diduga memiliki tangki ganda serta mobil cold diesel dengan leluasa mondar mandir mengisi bahan bakar jenis Solar di SPBU nomor 14 284 135 yang terletak di jalan Petapahan – Kasikan Kilometer 69 Desa Sumber Sari kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau.

Selain itu, di SPBU ini sangat bebas masyarakat bawa jerigen. Bahkan, sepeda motor bawa keranjang isinya jeregin tak jauh dari pompa, seakan seperti mengambil air saja. Dan sebagian pula ada yang membawa ke samping  SPBU yang sudah disediakan pintu keluar masuk khsus masyarakat beli minyak mengunakan jeregin.

Dalam peraturan telah dibunyikan, jika melihat Undang-Undang (UU) Migas Nomor 22 Tahun 2001 pasal 55, siapa saja yang menjual bensin eceran termasuk Pertamini dapat dikenakan sanksi pidana. Yakni 6 tahun atau denda maksimal Rp 60 miliar.

Terkait dengan pengisian BBM Premium oleh SPBU ke konsumen gunakan jerigen jelas melanggar peraturan yang sudah ditetapkan dan harus menjaga keselamatan bersama. Pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, tidak terkecuali larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi serta menjual ke pabrik-pabrik industry home atau rumahan dan industry.

Menindaklanjuti hasil temuannya pada malam hari, maka sekitar jam 9.00 Awak Media dan beberapa media bermaksud untuk mengkonfirmasi tentang hasil temuannya,namun lagi lagi awak media dikejutkan dengan mobil yang diduga memiliki tangki ganda yang diketahui mobil tersebut berjenis merk mobil Helen kembali melakukan aksinya.namun pada saat itu karena sang sopir melihat ada wartawan lalu si sopir pun tancap gas dan berhenti di sebuah rumah yang tidak jauh dari SPBU nomor 14 284 135.

Melihat mobil tersebut, yang diduga memiliki tangki ganda berhenti tidak jauh dari SPBU maka tim mencoba melakukan penelusuran lebih jauh ke Sebuah Rumah yang belakangan di ketahui bahwa rumah tersebut milik Seseorang Bermarga Silalahi.dan benar saja bahwa dalam rumah itu awak media menemukan belasan jerigen yang diduga berisi bahan bakar jenis Solar.

Dan dari hasil wawancara terhadap Silalahi bahwa rumah tersebut adalah miliknya dan ia juga membenarkan Tetang apa yang menajdi kecurigaan tim,bahwa minyak tersebut adalah berasal dari SPBU yang ada di dekat rumahnya.bahkan ketika di tanya siapa yang mengerjakan hal ini,ia menjawab bahwa yang mengerjakan adalah anaknya, untuk di jual kepada seseorang yang bersuku Jawa. jadi pekerjaan ini juga sudah berlangsung sekitar satu bulan lebih. Bahkan ia mengatakan bahwa hampir tiap malam di pekarangan rumah tersebut bila tiap malam ramai dengan orang yang membeli minyak dari SPBU 14 284 135 tersebut.

Terlebih, adanya aksi melansir minyak ini membuat pembeli menggunakan motor terasa terabaikan, sebab dari pengisian jerigen petugas SPBU mendapat imbalan.

Menurutnya, mengapa anggota SPBU lebih mengutamakan mengisi minyak ke jeregin, rupanya dalam satu jeregin mereka dapat upah isi sebesar Rp10 ribu.

“Makanya anggota pompa nampak semangat jika ada jerigen datang, karena mereka dapat upah isi. Sedangkan kendaraan mereka tak dapat apa-apa, maka dari itu dikebalakangkan,” tutup seorang narasumber. (Tim).

0 komentar:

Posting Komentar