Selasa, 04 Agustus 2020

Bupati Rohul di Desa Tapung Jaya, Tampung Aspirasi Warga Minta Harga Sawit Industri Tanpa Perbedaan.

0 komentar
ROKAN HULU(SP)  -
Manfaatkan Kunjungan Kerja Bupati Rokan Hulu (Rohul) ke Desa nya, Masyarakat Tapung Jaya, Kecamatan Tandun menyampaikan beberapa aspirasi. Masyarakat Tapung Jaya yang notabenenya sebagainya petani kelapa Sawit, meminta harga jual TBS di PKS Rohul Sawit Industri disamakan tanpa ada perbedaan dengan warga luar.

Selain itu, warga juga meminta kepada Bupati Rohul H. Sukiman untuk melanjutkan pembangunan pengaspalan jalan poros desa dengan estimasi hanya 600 meter sebagai akses pertanian warga dan pendidikan.

Hal itu dikatakan Tokoh Masyarakat Tapung Jaya Syarif Kadis dalam sambutannya disela Pembagian BLT-DD Tahap IV, yang disaksikan Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman, di Desa Tapung Jaya, Kecamatan Tandun, Selasa (4/8/2020).

Turut juga dihadiri Ketua TP PKK Rohul Hj Peni Herawati Sukiman, Kadis Kominfo Rohul Drs Yusmar M.Si, Kadis DKPP Rohul Barikun SP, Kadiskes Rohul dr Bambang Triono, Kadis DPMPD Rohul Margono S.Sos M.Si, Camat Tandun, Pj Kades Tapung Jaya Imam Wahyudi dan Masyarakat.

Dijelaskan Syarif Kadis, Desa Tapung Jaya yang dikenal dengan Desa Satu merupakan Pilar Program Kemitraan dengan perusahaan dilahan perkebunan transmigrasi. Tahun 1997 petani sudah mendapatkan sertifikasi lahan.

Namun ditahun 2012, kata Syarif, masyarakat Tapung Jaya sebagai petani Plasma mengawali krisis karena sawit masyarakat dalam pelaksanaan Replanting, yang tentunya berdampak pada perekonomian warga.

Lanjutnya, pada tahun 2020 jumlah penduduk Desa Tapung Jaya 2.815 orang, sekitar 85 persen mayoritas sebagai petani, Ia berharap Plasma tersebut mendapat harga TBS sesuai standar harga yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

"Tambah sedihnya harga TBS di Desa Satu (Desa Tapung Jaya) ini masih dibawah harga TBS tempat lainnya, ironisnya kami warga tempatan yang bertetangga dengan PKS Rohul Sawit Industri memberlakukan perbedaan harga dengan warga daerah lainnya yang menjual TBS di PKS, tentu hal ini tidak menguntungkan petani," kata Syarif

Selain harga TBS, tambah Syarif, Masyarakat Tapung Jaya juga berharap kepada Bupati Rohul H. Sukiman untuk melanjutkan pengaspalan jalan poros desa sekitar 600 meter lagi, karena jalan poros tersebut juga sebagai akses pertanian dan pendidikan.

"Bagaimanapun juga kami berterima kasih kepada Pemkab Rohul yang teleh mengaspal jalan desa sepanjangan 1.4 KM dari total panjang jalan 2 KM, sekitar 600 Meter lagi belum di aspal, kami harapkan pengaspalan jalan tersebut bisa terealisasi, karena jalan ini menghubungkan sekolah, rumah belajar dan hasil pertanian warga," kata Syarif

Menanggapi aspirasi warga Tapung Jaya, Bupati Rohul H. Sukiman mengatakan terkait pengapalan jalan poros desa, Diakui Sukiman memang ditahun 2020 ini sudah direncanakan untuk melanjutkan pengaspalan jalan poros desa ini, namun karena ditengah Pandemi Covid-19 seluruh pembangunan ditunda.

"Masalah jalan memang sudah kita rencanakan, karena adanya Pandemi ini menganggu pembangunan yang sudah kita rencanakan, karena sumber anggaran dari Pemerintah Pusat untuk daerah di stop, baik DBH dan DAK di stop sesuai PMK tanggal 17 April 2020 lalu, sehingga uang yang seyogyanya digunakan untuk melanjutkan pembangunan ditunda," kata Sukiman

Namun demikian, Dikatakan Sukiman akan diupayakan pembangunan infrastruktur jalan poros desa Tapung Jaya pada tahun 2021, dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan yang sudah dibangun. Ia meminta kepada Pemerintah Desa dan masyarakat untuk membuat portal agar kendaraan yang melebihi tonase yang tinggi tidak bisa melintasi jalan tersebut.
 
Terkait perbedaan harga TBS masyarakat, Bupati H. Sukiman mengaku sudah berkomunikasi dengan Plantation Advisor PKS Rohul Sawit Industri TM Nababan, Bupati meminta kepada PKS untuk menyamakan harga jual TBS tanpa ada perbedaan, sesuai standar harga yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

"Tadi saya sudah berbicara dengan pak TM Nababan, untuk meminta menyamakan harga jual TBS masyatakat Tapung Jaya, agar masyarakat kita sejahtera. Jadi kalau tidak terealisasi itu laporkan sama saya, akan saya cek itu kebenarannya," tegas Sukiman

Diakui Sukiman, sudah sepantasnya harga jual TBS disamakan dengan yang lainnya, karena selain warga tempatan, Desa Tapung Jaya juga terdampak secara langsung dari PKS tersebut, seperti Asap, Limbah dan sampahnya.

Sementara itu, Plantation Advisor PKS Rohul Sawit Industri TM Nababan kepada awak media mengatakan perbedaan harga jual TBS dengan warga lain karena ada subsidi Transport.

"Karena orang jauh yang jual di PKS, kita berikan subsidi transport agar bisa memasukkan buahnya sama kita. Jadi kita tidak membeda-bedakan harga orang disini dengan orang lain, kalau orang jauh kita kasih subsidi transport antara  Rp 50 - Rp 100," kata TM Nababan. (MC Diskominfo Rohul).

0 komentar:

Posting Komentar