Minggu, 09 Agustus 2020

Kandas Koalisi dengan Epyardi Asda, Yulfadri Semakin Mantap Maju di Pilkada 2020

0 komentar

Solok, otdariau.com -  Usai kandasnya koalisi antara Yulfadri Nurdin -  Epyardi Asda yang semoat digadang-gadangkan beberapa waktu lalu, Kini langkah politik Yulfadri Nurdin mulai kian jelas. Yulfadri terang-terangan menyebut siap bertarung fair di panggung Pilkada 2020.

Menurut Wakil Bupati Solok periode 2016-2021 itu, sikap tersebut dilakukan setelah melakukan pertimbangan matang. Lebih-lebih setelah Epyardi menyebut tidak akan memiliki Yulfadri sebagai calon wakil bupatinya.

“Hari ini saya tegaskan, saya akan maju di Pilkada Solok 2020, dan siap melawan Epyardi Asda, sikap saya sudah final,” katanya seperti yabg dilansir langgam.id.

Diceritakan lnya Sebelumnya, kata mantan anggota DPRD Sumbar itu, dia memang menaruh harapan besar kepada sosok Epyardi yang bercita-cita membangun Kabupaten Solok. Lebih-lebih setelah dia tidak lagi terpilih menjadi anggota DPR RI untuk periode ke-4 pada Pileg 2019 lalu.

Mendengar keinginan itu, kata kata Yulfadri, dia bahkan bersedia untuk menjadi ketua tim pemenangan. Sebab, dia mengganggap Epyardi aset Kabupaten Solok.

Seiring berjalan waktu, Epyardi Asda justru memintanya untuk menjadi pendampingnya untuk Pilkada 2020. Semula, Yulfadri mengaku tidak merespon cepat tawaran itu. Namun karena didesak dan akhirnya dia pun bergerak ke masyarakat.

Semakin mendekati waktu pelaksanaan Pilkada, dinamika politik di Kabupaten Solok semakin berkembang liar. Sikap politik Epyardi Asda berubah di tengah jalan dan mencari kandidat alternatif bakal wakil bupati lain.

Puncaknya, beberapa waktu lalu, sekitar 19 Juli 2020, keluar pernyataan Epyardi Asda melalui media sosial Sekretaris Tim pemenangannya yang menyatakan bahwa, pasangan Epyardi Asda bukanlah Yulfadri Nurdin dan Gusrial Abbas serta Yondri Samin.

“Keputusan itu sudah final dari pak Epy dan begitu apa adanya. Kami atas pertimbangan, menyatakan juga tidak akan pernah bekerjasama lagi dengan Epyardi Asda,” tegasnya.

Menurut Yulfadri, keputusannya maju sebagai kandidat bupati bukanlah sikap emosional terhadap keputusan Epyardi Asda. Namun, berdasarkan rasa tanggungjawab untuk masyarakat Kabupaten Solok.

“Tokoh yang kontroversial, temperamental, dan suka membuat gaduh, sangat berbahaya untuk memimpin kabupaten Solok. Apalagi masyarakat kita tengah mengahadapi beban akibat pandemi, jangan lagi ditambah dengan kegaduhan-kegaduhan politik yang kurang santun,” katanya. (Rc)




0 komentar:

Posting Komentar