Kamis, 26 November 2020

Wujudkan Kampar Serambi Mekkah Melalui Tali Bapilin Tigo, MUI Kampar Gelar Workshop

0 komentar














Bangkinang Kota (Otdariau) – Dalam rangka mewujudkan Negeri Kabupaten Kampar Serambi Mekkah melalui tali bapilin tigo, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Kampar, melalui Komisi Pengkajian Hukum Dan Perlindungan, menggelar Workshop, hari kamis (26/11/2020) di ruang rapat Kantor MUI Kampar, Bangkinang Kota.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Kampar yang diwakili oleh Sekda Kab. Kampar Drs H Yusri MSi, Pimpinan DPRD Kampar Yang diwakili oleh Wakil Ketua Repol SAg dan Fahmil SAg, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, Ketua MUI Kampar Dr H Mawardi Muhammad Saleh Lc MA, dan para undangan lainnya yang terdiri dari Tokoh Adat, Tokoh Agama serta Akademisi lainnya.

Saat membuka secara resmi workshop tersebut, Sekda Kab Kampar mengatakan, Kabupaten Kampar yang dikenal dengan Negeri yang agamis, beradat yang dipegang teguh hingga saat ini, namun belum ada ketetapan atau aturan yang dilahirkan sebagai panduan bahwa Kampar negeri yang sangat dikenal dengan falsafah adat bersendikan syara', syara' bersendikan kitabullah, Tali Bapilin tigo, tigo tungku sajorangan. 

Oleh sebab itu perlu kita kaji dan gali secara akademis, sisi hukum dan sosial untuk dapat ditetapkan sebagai aturan baku di Kabupaten Kampar. Inilah sebenarnya sinergitas yang kita kenal dan jalankan di tengah masyarakat selama ini yakni Pemerintah, Tokoh adat dan ulama. Sehingga nantinya ada lembaga atau penguatan lembaga untuk merealisasikan dan mengimplementasikan Kampar Serambi Mekkah.

Pada kesempatan tersebut Yusri juga menyampaikan ucapan terimakasih Kepada MUI yang telah menaja kegiatan ini, kita sangat terbebani fikiran terhadap apa yang dikatakan negeri Serambi Mekkah dengan falsafah tali Bapilin tigo yang telah di  pegang dengan kokoh sejak nenek moyang" Kata Yusri.

Kajian ini harus terukur dan kerja keras para pemikir, disini ada profesional,  akademisi, tokoh agama, pemangku adat dan pemerintah untuk menentukan dan menegakkan apa yang telah di laksanakan sejak dulu Hidup bersendikan syara' , Syara' bersendikan Kitabullah, malalu media ini mari kita sama kita kaji dan kita simpulkan sehingga kehidupan agama, adat tetap terlestarikan" Pinta Yusri.

Sementara itu Ketua MUI Kampar ustadz Mawardi M. Saleh LC, MA menyampaikan bahwa sesuai dengan visi dan misi Kabupaten selaku Negeri Serambi Mekkah Riau, terwujudnya Kabupaten Kampar sebagai wilayah industri dan pertanian yang maju dengan masyarakat yang religius, Beradat, berbudaya dan sejahtera, 

“Sinergitas Tali Bapilin Tigo yakni Pemerintah, Alim ulama dan Tokoh Adat" Kata Mawardi.

Ini untuk mewujudkan semua sektor mulai dari pendidikan, pariwisata maupun Ekonomi. Sehingga nantinya menghasilkan suatu model kelembagaan Tali Bapilin Tigo untuk mewujudkan Kampar Serambi Mekkah dalam mensejahterakan secara berkelanjutan" tutup Mawardi. (Ags)


0 komentar:

Posting Komentar