Selasa, 06 April 2021

Limbah Medis Berserakan di TPS, LM2R Kecam Pelakunya

0 komentar

Kep. Meranti, otdariau.com - Di tengah-tengah penyebaran Covid-19 yang saat ini semakin mencekam, pihak yang tidak bertanggung jawab membuang limbah medis di tempat pembuangan sementara (TPS) di Jalan Rumbia Selatpanjang.

Dari pantauan media, dilapangan terlihat berserakan sampah medis yang berupa sarung tangan karet siap pakai, jarum suntik yang sudah digunakan dan pelastik obat-obatan yang masuk golongan B3, dibuang pinggir jalan umum,Selasa (06/04/2021) sore.

Limbah medis yang berbahaya tersebut diduga berasal dari dinas kesehatan yang dibuang mengunakan becak. 


"Kita kurang tau juga kalau limbah itu berbahaya, ini baru saja dibuang yang mengunakan motor becak," kata sejumlah pekerja pemungut barang bekas di lokasi tersebut kepada media ini,Selasa 06/04/2021 sore.

Menyikapi hal itu, Ketua umum LM2R Jefrizal mengecam prilaku Oknum itu, ia menilai bahwa itu sebagai bentuk  pelanggaran berat, penemuan  limbah medis Covid-19 di areal TPS tersebut  sangat bernahaya bagi pengguna jalan lebih-lebih masyarakat setempat.

"Itu pelanggaran. Tidak boleh membuang sampah medis di sembarang tempat," kata Jefrizal saat dimitai tanggapannya.

Lebih lanjut Jefrizal mengatakan Pertama tentunya pelanggaran  Peraturan pemerintah No 12 tahun 1995 tentang pengelolaan limbah, Peraturan pemerintah RI nomor 101/2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracunKemudian Undang-Undang Nomor  32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Ini sangat Jelas pelanggaran pasal 40 ayat 1 Undang-undang 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 10 tahun dan denda minimal 100 juta dan maksimal Rp5 miliar,” dan kalau kita melihat  Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,jelas ancaman hukuman 3 tahun dan denda maksimal Rp3 miliar" lanjut Jefrizal.

Jefrizal mengungkapkan, penanganan limbah medis harus dilakukan sesuai prosedur karena jika tidak itu akan berdampak buruk bagi masyarakat setempat.

Apalagi, limbah medis itu sebelumnya sampai digunakan untuk penanganan pasien Covid-19.

Sementara itu beberapa kali awak media menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan meranti  hingga berita ini diturunkan belum dapat konfirmasi dari beliau

Akhirnya Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti  Asrul  Meidi,SE dihubungi media ini via whatshap mengatakan akan segera melacak siapa yang melakukan hal tersebut.

 "Saya cube untuk melacak bidang mana yang menangani limbah medis tersebut"katanya.(or)

0 komentar:

Posting Komentar