Festival HAM 2021 Semarang Resmi Di Buka, Bupati Kampar : kita harus saling menghargai tanpa ada perbedaan | Otda Riau I Portal Berita Riau
 


Rabu, 17 November 2021

Festival HAM 2021 Semarang Resmi Di Buka, Bupati Kampar : kita harus saling menghargai tanpa ada perbedaan

0 komentar


Semarang  (  otdariau ) - Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH di dampingi beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar mengikuti pembukaan Festival Hak Azasi Manusia (HAM) di Ballroom Lantai 7 Hotel PO Semarang yang dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam) RI Prof Dr Mohammad Mahfud MD SH SU M.TP secara virtual dari Kantor Kementerian Menko Polhukam RI. Rabu, (17/11/21). 


Pembukaan Festival HAM ini dihadiri oleh Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik, Gubernur Jawa Tengah  H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP, ketua Badan Perlindungan Saksi DAN Korban Drs Hasto Atmojo, Ketua Dewan Pengurus INFID Dian Kartika Sari, Deputi V Kantor Staf Kepresidenan RI Dra Jaleswari Pramodawardhani dan Duta Besar Belanda, Canada, Norwegia, dan Inggris, para Komisioner Komnas ham RI Serta Bupati/Walikota se-indonesia. 


Dalam Festival HAM 2021 Semarang mengangkat tema " Bergerak bersama memperkuat kebinekaan, inklusi dan resiliensi". 


Usai acara Bupati Kampar mengatakan merasa bersyukur karena hari ini kita diundang oleh Komnas HAM RI beserta Pemerintahan Kota semarang yang berkerjasama dengan KSP dan INFID dalam Festival HAM yang dilaksanakan di Kota Semarang dari tanggal 16 hingga 19 November 2021. 


“Berkaitan dengan HAM, Pemerintah Daerah tentunya terus mendukung terutama tentang bagaimana melakukan kesetaraan hidup untuk penerapan HAM itu sendiri untuk membangun negeri yang sejuk, damai dan sejahtera dalam rangka memperkuat kebhinekaan, inklusi dan Realisensi. ”ucap Catur 


“Intinya kita harus mempunyai “sikap” yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan serta saling menghargai dan merangkul setiap perbedaan. ”kata Catur 


Bupati melanjutkan, Kebhinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia tercermin dari keragaman, suku, ras, agama yang kemudian bagaimana kita bersatu padu untuk bersama-sama membangun negeri ini. 


ini selaras dengan apa yang telah kita bangun bersama yakni “Basamo Mambolo Nagoghi” dimana antara Pemerintah, Ninik Mamak dan Alim ulama secara bersama bersatu membangun negeri sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing. 


Tentang inklusi, Bupati Kampar mengatakan sebagai masyarakat kita harus mampu menerima berbagai bentuk keberagaman dan keberbedaan serta mengakomodasinya ke dalam berbagai tatanan maupun infrastruktur yang ada di masyarakat itu sendiri, bentuk perbedaan dan keberagaman diantaranya adalah keberagaman budaya, bahasa, gender, ras, suku bangsa, strata ekonomi, serta termasuk juga didalamya adalah keberbedaan kemampuan fisik/mental yang selanjutnya kita sebut juga dengan disabilitas. ( ontuo daus  ).

0 komentar:

Posting Komentar