Staf Ahli Gubri Yurnalis, Gelar Sepak Takraw Bersama Mantan Atlit Nasional | Otda Riau I Portal Berita Riau
 


Kamis, 20 Januari 2022

Staf Ahli Gubri Yurnalis, Gelar Sepak Takraw Bersama Mantan Atlit Nasional

0 komentar


Kampar (Otdariau) – Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pemerintahan, Hukum, dan SDM Yurnalis Basri SSos MSi, yang juga merupakan Mantan Pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Provinsi Riau, gelar sepak takraw bersama mantan atlit takraw Nasional, hari kamis (20/01/2022), di lapangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Provinsi Riau, Pekanbaru.


Adapun atlit-atlit senior Riau yang sebelumnya telah mengharumkan nama Riau di tingkat nasional dibidang olahraga sepak takraw tersebut adalah Afrianto mantan Atlit Nasional Sea Games, dan atlit-atlit PON dan Kejurnas serta lainya. Yaitu, Rudi Herwan, Rio Affandi, Raja Erman, Anang, Dhandi, Kiki dan Hasbullah Atlit Nasional Asean School.


Dalam kesempatan tersebut Yurnalis yang juga mantan manajer sepaktakraw Riau di PON Kaltim dan Ketua Umum PSTI Kabupaten Siak periode 2011-2015 ini mengatakan, bahwasanya kita sengaja menjemput atlit-atlit senior ini, dalam rangka ajang silaturahmi karena sudah lama tidak bertemu dan melaksanakan olahraga Bersama.


"Selain silaturahmi, ini juga untuk membangkitkan kembali semangat olahraga sepak takraw yang selama ini sempat vakum karena pandemi COVID-19. Untuk itu kita giatkan lagi, dengan harapan kedepan juga akan menjadi sejarah untuk anak cucu kita," katanya.


Selain itu Yurnalis yang juga merupakan Mantan Kadis PMD Dukcapil Riau menjelaskan, kegiatan silaturahmi seperti ini akan terus dilaksanakan kedepan. Dimana proramnya juga akan diselenggarakan melalui iven-iven kecil yang diawali dari lingkungan hingga tingkat berikutnya yang bisa menjadi motivasi bagi para atlit Riau dan juga para atlit baru sebagai generasi penerus olahraga takraw di Riau masa yang akan datang.


"Kita juga berkomitmen akan terus mendukung olahraga sepak takraw di Riau yang bisa kembali menjadi olahraga yang disegani seperti sebelumnya," ujarnya.


Dulu jelasnya, sekitar tahun 90-an musuh bebuyutan Riau dalam bermain sepaktakraw itu hanya Sulawesi Selatan (Sulsel), namun, berselang beberapa tahun mulai muncul kekuatan baru seperti dari Jateng dan Gorontalo. Sementara Riau, justru menurun dan tinggal yang terakhir kali Riau meraih emas itu pada PON Kaltim Tahun 2008 dengan perolehan 2 mendali emas dan 2 perak. 


"Untuk itu, kita kembali semangat melalui   support dan motivasi atlit-atlit dan para generasi kita di Riau bisa sukses lagi kedepan dan kembalikan marwah Riau jadi yang disegani dibidang olahraga takraw," harapnya.


Hal senda juga disampaikan Atlit Senior Takraw Riau, Afrianto, jika untuk olahraga sepaktakraw ini, ia yakin Riau Riau bisa kembali jaya sesuai bibit yang dimiliki Riau saat ini. Dimana, kuncinya tinggal meningkatkan pembinaan pada atlit oleh pihak terkait maupun pemerintah.


"Pembinaan ini maksudnya, bisa melalui perbanyak kompetisi atau iven-iven yang mampu meningkatkan kemampuan dan mental tanding para atlit," ujarnya.


Begitu juga terkait seleksi atlit, menurutnya sesuai pengalaman untuk atlit takraw ini,  yang pertama kali diperhatikan ada pada posisi tekong yang harus tinggi minimal 170 cm keatas. Karena kunci olahraga takraw ini ada pada tekong sebagai penentu bola pertama.


"Yang pasti kita sama-sama yakin sepaktakraw Riau akan kembali bangkit dan kembali menjadi yang disegani seperti sebelumnya," pungkas Yurnalis, yang merupakan putra terbaik Kampar ini.(Ags)


0 komentar:

Posting Komentar