Adakan Pertemuan Dengan Direktur PMPK Ditjen Paudikdasmen Kemendikbudristek RI, Tim Sigap Kerlip Riau Lakukan Pemetaan Penanganan Anak Tidak Sekolah | Otda Riau I Portal Berita Riau
 


Jumat, 23 September 2022

Adakan Pertemuan Dengan Direktur PMPK Ditjen Paudikdasmen Kemendikbudristek RI, Tim Sigap Kerlip Riau Lakukan Pemetaan Penanganan Anak Tidak Sekolah

0 komentar


Jakarta (Otdariau) - Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) selama masa pandemi di Provinsi Riau mengalami peningkatan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia  melansir sebanyak 53.682 ATS di Riau pada 2021 dengan status putus sekolah dan lulus tidak melanjutkan.

 

Sementara itu dari 20 ribu lebih peserta didik baru SMA sederajat yang mendaftar PPDB SMA/SMK sederajat T.A 2022/2023, ada sekitar 12828 siswa yang belum tertampung masuk sekolah. Ketersediaan bangku sekolah di SMA dan sederajat di Riau hanya  7.766 bangku sekolah.  

 

Kedudukan Tim Sigap Kerlip Riau di Pondok Lesehan Bukit Semilir Kec Bangkinang Kota Kabupaten Kampar mendorong dan bergegas memprioritaskan pemetaan ATS  di Kabupaten Kampar. Apalagi Kampar memiliki 23 Desa Sangat Tertinggal dan 12 Desa Tertinggal yang memiliki keterbatasan dalam pembangunan pendidikan.

 

"Dalam daftar siswa putus sekolah yang kami peroleh dari kepala Bidang Pendidikan Dasar tercatat sebanyak 1.005 ATS dengan status putus sekolah dari 663 SD/MI dan SMP/MTs di Kampar. Sampai hari ini, Tim Sigap Kerlip Kampar yang dipimpin Hot Martua masih melakukan pemetaan ATS di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Tambang dan Bangkinang, "ujar Yanti Sriyulianti (Yanti KerLiP) dalam pertemuan dengan Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Ditjen Paudikdasmen Kemendikbudristek RI Aswin Wihdiyanto, yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Kampar Ir Zulia Dharma, Koordinator Sigap Kerlip Riau Muizin Firmansyah SKom dan Humas Sigap Kerlip Riau Gustika Rahman SPdI.

 

Pembina Sigap Kerlip Indonesia alumni ITB Yanti Kerlip ini menjadi mediator aktif dalam peningkatan UMKM Desa Kreatif di Kampar. Setelah beliau mempertemukan PJ Bupati Kampar beserta jajarannya dengan EMTEK Digital,  PP IA ITB dan Goorita Center, Yanti mengajak Koordinator dan Humas Sigap Kerlip Riau bertemu dengan Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Ditjen Paudikdasmen Kemendikbudristek RI. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Zulia Darma hadir mendampingi  Tim Sigap KerLiP Riau.

 

Sementara itu Aswin Wihdiyanto dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwasanya Bantuan pemerintah saat ini sangat terbatas.  Tidak seperti dulu. Semuanya masuk ke dalam mekanisme transfer ke daerah. Bantuan program keaksaraan dan taman bacaan masyarakat masih ada tapi  bersifat insidentil. Saran saya, Tim Sigap Kerlip Riau khususnya Kampar segera berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kampar  agar masuk dalam program-program berjalan seperti Bantuan Operasional Pendidikan Kesetaraan. Lebih lanjut Aswin juga menyampaikan bahwa siang hari ini akan mengikuti koordinasi di Bappenas terkait ATS.

 

Menyimak apa yang disampaikan Bapak Aswin, Yanti kembali mengatakan bahwa "Kami baru terhubung dengan pendamping desa di tingkat kabupaten dan provinsi. Update data SDG's Desa dilakukan setiap 6 bulan, namun Pemkab Kampar belum mendapatkan akses untuk membuka dan menjadikan data tersebut sebagai basis dalam pemenuhan hak warga terutama hak atas pendidikan dan perlindungan anak.  Secara sepintas dari analisis dan rekomendaai dalam data tersebut terlihat jumlah ATS, pekerja anak, dan pelaku pernikahan usia anak. Terbuka kesempatan bagi Pak Aswin untuk mendapatkan data ril.dari seluruh desa di Indonesia terkait ATS ini.

 

Peresmian 50 Desa Kreatif dan 50 Menuju Desa Kreatif si Bulan SDG's Dalam Program Desa Ekowisata Ramah Anak Peduli Perempuan (Derapp)  pada Sabtu, 17 September lalu membuka peluang bagi Tim Sigap Kerlip Kampar untuk berkolaborasi dengan Pemkab Kampar dan Desa melakukan pemetaan ATS, pungkasnya. (Ags)

 

0 komentar:

Posting Komentar